Jumat, 13 Agustus 2010

Demam ABG Labil


Sebagai seorang remaja tentu pernah mengalami keadaan dimana kita merasa bimbang, ragu, atau goyah terhadap suatu keputusan. Belum lagi perasaan yang tiba-tiba berubah, misalnya perasaan bahagia yang tiba-tiba berubah menjadi perasaan sedih, ataupun perasaan sedih yang terkadang tidak diketahui penyebabnya. Keadaan semacam itu, secara tersirat mengartikan tentang labil. Labil sendiri yang merupakan antonim dari stabil memilki arti yaitu keadaan dimana belum adanya kemantapan dalam menjalankan sesuatu, sehingga timbulnya beberapa perubahan baik dalam pola pikir maupun prilaku suatu individu.   
Masa remaja adalah masa pencarian jati diri dan dalam proses tersebut tentu labil sering datang menghampiri Kita. Kita terus mencari yang terbaik serta rasa ingin tahu yang besar sehingga terjadi banyak perubahan dan perubahan demi perubahan itulah yang merupakan salah satu bentuk dari labil. Tidak ada angka pasti mengenai umur yang termasuk kategori labil, semuanya bergantung kepada perkembangan psikologis remaja tersebut, yang pasti ialah remaja yang dalam proses pancarian jati diri.  
Saya pun berpikir, lalu apa yang menyebabkan prilaku labil itu terjadi? Menurut salah satu situs internet yang Saya kunjungi mengatakan bahwa penyebab labil ialah faktor usia/kematangan mental. Jadi, kematangan mental yang dimaksudkan adalah kesiapan psikologis seseorang dalam menghadapi kehidupannya, apakah Ia akan memberontak atau diam meratapi atau bersikap tenang dengan penuh keyakinan.   
Karena labil merupakan suatu permasalahan tentu terdapat dampak negatif, diantaranya yaitu hidup tidak teratur, dan untuk dampak yang lebih besar yaitu melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Hidup tidak teratur maksudnya yaitu ia melakukan sesuatu ditentukan dengan bagaimana suasana hatinya tanpa memperhatikan tanggung jawabnya dan tidak teratur karena tidak adanya kepastian yang disebabkan oleh keragu-raguan. Sedangkan dampak besar yang menimbulkan perbuatan melanggar hukum seperti penggunaan obat-obatan terlarang karena rasa ingin tahu serta pelampiasan dari masalah yang dialami. 
Labil itu sebenarnya wajar dan normal, namun bagaimana orang menanggapinya berbeda-beda misalnya sampai seperti melakukan perbuatan melanggar hukum namun adapula labil yang hanya dalam hal sekadar mengikuti trend. Cobalah instropeksi diri masing – masing, belajar menjadi lebih tanggung jawab dan dewasa. Dewasa akan datang pada waktunya. Tua itu takdir, sedangkan dewasa adalah pilihan.  (nb : ini sebenarnya salah satu dari 10 karangan yang diminta bu azri sebagai tugas akhir kelas XI kemarin, karena menurut saya menarik saya posting deh )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar