Sebagai seorang remaja tentu pernah
mengalami keadaan dimana kita merasa bimbang, ragu, atau goyah terhadap suatu
keputusan. Belum lagi perasaan yang tiba-tiba berubah, misalnya perasaan
bahagia yang tiba-tiba berubah menjadi perasaan sedih, ataupun perasaan sedih
yang terkadang tidak diketahui penyebabnya. Keadaan semacam itu, secara
tersirat mengartikan tentang labil. Labil sendiri yang merupakan antonim dari
stabil memilki arti yaitu keadaan dimana belum adanya kemantapan dalam menjalankan
sesuatu, sehingga timbulnya beberapa perubahan baik dalam pola pikir maupun
prilaku suatu individu.
Masa remaja adalah masa pencarian
jati diri dan dalam proses tersebut tentu labil sering datang menghampiri Kita.
Kita terus mencari yang terbaik serta rasa ingin tahu yang besar sehingga terjadi
banyak perubahan dan perubahan demi perubahan itulah yang merupakan salah satu
bentuk dari labil. Tidak ada angka pasti mengenai umur yang termasuk kategori
labil, semuanya bergantung kepada perkembangan psikologis remaja tersebut, yang
pasti ialah remaja yang dalam proses pancarian jati diri.
Saya pun berpikir, lalu apa yang
menyebabkan prilaku labil itu terjadi? Menurut salah satu situs internet yang
Saya kunjungi mengatakan bahwa penyebab labil ialah faktor usia/kematangan mental. Jadi,
kematangan mental yang dimaksudkan adalah kesiapan psikologis seseorang dalam
menghadapi kehidupannya, apakah Ia akan memberontak atau diam meratapi atau
bersikap tenang dengan penuh keyakinan.
Karena labil merupakan suatu
permasalahan tentu terdapat dampak negatif, diantaranya yaitu hidup tidak
teratur, dan untuk dampak yang lebih besar yaitu melakukan perbuatan yang
melanggar hukum. Hidup tidak teratur maksudnya yaitu ia melakukan sesuatu
ditentukan dengan bagaimana suasana hatinya tanpa memperhatikan tanggung
jawabnya dan tidak teratur karena tidak adanya kepastian yang disebabkan oleh
keragu-raguan. Sedangkan dampak besar yang menimbulkan perbuatan melanggar
hukum seperti penggunaan obat-obatan terlarang karena rasa ingin tahu serta
pelampiasan dari masalah yang dialami.
Labil itu sebenarnya wajar dan
normal, namun bagaimana orang menanggapinya berbeda-beda misalnya sampai
seperti melakukan perbuatan melanggar hukum namun adapula labil yang hanya
dalam hal sekadar mengikuti trend. Cobalah instropeksi diri masing – masing,
belajar menjadi lebih tanggung jawab dan dewasa. Dewasa akan datang pada
waktunya. Tua itu takdir, sedangkan dewasa adalah pilihan.
(nb : ini sebenarnya salah satu dari 10 karangan yang diminta bu azri sebagai tugas akhir kelas XI kemarin, karena menurut saya menarik saya posting deh )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar